





![]() | Hari ini | 226 |
![]() | Kemarin | 91 |
![]() | Minggu ini | 587 |
![]() | Bulan ini | 1086 |
![]() | Total | 69914 |
Pusat Pendidikan Terbuka Jarak Jauh Asia Tenggara atau Southeast Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMEO-SEAMOLEC) menggalakkan program kemitraan sekolah atau school partnership.
Bekerjasama dengan atase pendidikan dan kebudayaan kedutaan besar Republik Indonesia di berbagai negara, program ini bertujuan untuk membangun kerja sama antar sekolah di Indonesia dan negara lainnya.
Melalui school partnership ini kita berharap ada suatu semangat karena ada strategi belajar yang baru yang akan dilaksanakan oleh siswa, kata Training Manager SEAMOLEC, Mangasa Aritonang, di Jakarta, Selasa (10/11).
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi dan dapat membuka jalan bagi guru untuk melakukan riset, berbagi pengetahuan, dan budaya. School partnership ini juga bisa untuk berbagi pengetahuan, informasi, dan saling mengenal budaya masing-masing negara, kata Mangasa.
Melalui sistem terbuka yang difasilitasi SEAMOLEC program ini meliputi kolaborasi pembelajaran beberapa mata pelajaran, di antaranya mMatematika, bahasa Inggris, dan sains. Pembelajaran bahasa Inggris didukung menggunakan fasilitas video conference dan email. Materi-materi pembelajaran diunggah dengan sarana berbasis web.
Negara dan jumlah partisipan program ini antara lain Vietnam (16 sekolah), Thailand (20), Filiphina (15) ditambah satu universitas, dan Australia (15). Kerja sama direncanakan akan dijalin dengan negara di kawasan Eropa, yakni Jerman, Belgia, dan Perancis.
Koordinator Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) Nyoman Ekasana Giri menyampaikan, tujuan RSBI adalah meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia agar bisa disejajarkan dengan negara-negara lain seperti negara maju. Dia mengatakan, salah satu program sekolah harus melaksanakan kerja sama dengan sekolah di luar negeri ataupun negara lain yang sudah maju. SEAMOLEC memfasilitasi kegiatan kita ini, katanya.
Mangasa menambahkan, program kemitraan ini juga sebagai pencitraan terhadap sekolah RSBI. Mereka akan memilki mitra luar negeri, meningkatkan kualitas kinerja dengan strategi belajar yang baru, dan berkolaborasi secara online. Kalau ini terlaksana, inilah warna internasional di sekolah RSBI, katanya.
